ADA sedikit cerita saat saya diundang mengikuti Mega Fam F1 oleh Malaysian Tourism Board, 1-6 April lalu.
Tidak ada yang membuat saya heran kecuali ketika mengetahui bahwa Menara Kembar Petrona yang merupakan menara kembar tertinggi di dunia (world's highest double-decked tower) ternyata dibangun atas konsep sederhana.

Bangunan prestisius dan angkuh ini dibangun Petronas Malaysia, perusahaan kilang minyak nasional di negara itu.
Mengapa dibuat kembar, saya jadi teringat menara kembar WTC di New York AS. Apakah dibangun untuk menyaingi WTC dan sekarang menjadi satu-satunya menara kembar tertinggi dunia (Sejak tragedi 11 September 2001 itu!!!).
O ya kembali pada konsep. Menara itu, dua-duanya memiliki fondasi bersudut delapan sesuai jumlah arah mata angin. Ini seperti filosofi Asia timur China, Persia dan Arab kuno yang menyebutkan bahwa delapan arah mata angin itu dipadukan dari satu titik yang membentuk keseimbangan.Bagus juga pemikiran orang Malaysia, modernisasi teknologi infrastruktur dipadukan ciri khas ketimuran yang filosofis.
Bersama rombongan yang terdiri tiga wartawan (termasuk saya dari Surya), Bipi (Delta FM Jakarta), Pak Berthol (Suara Pembaruan), dua teman dari biro travel Surabaya dan Jakarta, plus seorang wakil MTB Jakarta, kami diajak mengunjungi menara berwarna silver itu.
Dari dekat, tidak cukup mendongak untuk melihat kemegahan bangunan buatan manusia ini. Harus mundur...mundur...mundur dan mundur. Tetapi hati-hati di depannya ada kolam besar dan air muncrat. Bisa-bisa tercebur kalau terus mundur sambil mendongak.
Tidak mau disebut udik, nih. Saya dan teman-teman ambil angle foto dari jarak kira2 1 kilometer di depan pintu masuk menara. Memang, menara terlihat jauh tetapi bisa menjadi background bagus untuk berpose.
Saya juga sempat (di foto atas) naik ke lantai 41 dan masuk ke jembatan penghubung dua menara itu. (bersambung)