Total Tayangan Halaman

Minggu, 21 Desember 2008

8,9, 10....KO!!!!!!!!!!!!


Inilah dampak samping futsal yang umum dialami pemain. Yaitu terkena tekling dan jatuh.
Tetapi yang dialami Pak EKN di foto ini masih misterius, apakah jatuh karena ditabrak pemain lain, menabrak tiang gawang, kolaps karena kekurangan udara, atau ikut-ikutan tren kesurupan massal lalu pingsan yang biasa dimuat di Surya? Atau malah iseng aja berbaring karena hawa pegunungan memang isis, gak jelas.
Tetapi kalau melihat kiper berbaju hijau di dekatnya, sepertinya itu Mbah Heru yang sedang menghitung satu, dua s/d 10 lalu KO.
Jangan-jangan kena hantam (tetapi bukan dihantam kentongane mbah heru. kalau yang satu ini silakan tanya pak es deh)...........

Tendangan Menerpa Angin

Nah, kalau begini gambarnya lebih jelas bagaimana momen penting yang hampir membuat gol bagi Surya. Tetapi sayang, langkah membawa bola ditahan Firdaus dari kubu lawan (sebenarnya dari Surya juga tetapi gabung tim Batu).
Mungkin saya perlu latihan lebih rutin ya, spy tidak kagok waktu bawa lari bola apalagi kalau bola itu dibawa lari ke Gembong pasti laku kira2 Rp 20.000. Lumayan buat beli pecel tumpang.

Jalannya Pertandingan





Naah...inilah jalannya pertandingan antara tim Surya melawan Persikoba Batu yang berlangsung sengit dan ketat. Sampai-sampai Pak Tutug Pamorkaton ketahuan kalau pakai celdam ketat kuning berenda-renda (centil deh).
Saya sebagai salah satu aktor permainan di sini, memakai nomor punggung 4, maksudnya nomor udel 4 karena tidak sadar kalau rompinya terbalik.
Sebagai bek merangkap gelandang, striker, sayap kiri, sayap kanan, ceker, buntut, dan kepala (ini sepak bola apa bistik ayam???), saya punya tanggung jawab besar untuk mengendalikan permainan. Karena sudah hampir 4 bulan tidak menggocek bola, saya agak kaku dan lari juga agak canggung.
Tetapi provokasi dari lawan dan rekan-rekan setim oke juga. Meski tidak mencetak gol karena cetakannya hilang, saya bisa sdikit2 membantu serangan, menggempur pertahanan lawan sampai para pemain lawan ampun-ampun, kita gempur, jebol gawangnya dan acak-acak rumputnya...
Skor akhir katanya 9-9 atai 8-9, 9-8, ah nggak tahu. Gak penting.
Tetapi suasana kegembiraan pun terasa dan semangat bertanding tiada pernah surut, apalagi ada teriakan penonton dan jangan lupa iringan musik dari team manager kami Pak Sani yang selalu meningkahi hihihihiiiiiiiiiiii.....(kadang suasana meriah berubah seperti di kuburan yang angker gara2 tawa itu).


Senin, 15 Desember 2008

tim futsal campur-campur di Batu


Perayaan ulang tahun Kota Batu bulan lalu, teman-teman dari Harian Surya diundang Walikota Eddy Rumpoko untuk berpartisipasi dalam beberapa kegiatan seperti menyanyi, menari dan aksi di atas panggung yang dipusatkan di Plasa Batu, Malang.
Tetapi karena tidak ada insan Surya yang punya wajah komersil alias bertampang murahan, maka tidak ada yang pede untuk bernyanyi di atas panggung, apalagi sampai menyuguhkan tarian erotis di depan ribuan warga Batu tercinta yang ramah.
Pilihan akhirnya jatuh pada kegiatan tradisional Surya, yaitu olah raga. Yang dipilih ya futsal. Karena selama ini teman-teman olah raga rutin berlatih futsal secara urunan untuk menggelandang dari satu arena ke arena lain, maka tawaran bermain sepak bola lapangan mini pun diterima dengan Ho-Oh saja. Apalagi semua biaya gratis alias no charge doang.
Ini ceritanya, pada sabtu malam kami bertolak ke Batu dengan sopir yang berpengalaman melalui rute Paris-Dakkar dan Kalisari-Kremil, Bapak Sani Alkatiri bin Abdulwahab.
Selama perjalanan, lumayan juga nih sopir. Tidak perlu mencari saluran FM atau AM di radio, karena ternyata Tuan Sani punya bakat menjadi penyiar radio. Sepanjang perjalanan, semua penumpang roda empat terhibur dengan celotehannya yang kreatif dan genit dan mencegah kami, semua penumpang, agar tidak sampai terkantuk-kantuk dan tidur berkat tawanya yang melengking dan panjang, hihihiiiiiiiiiiiiiii..........
Setelah menginap semalam di kamar masing-masing yang hangat plus selimutnya (???), esoknya (Minggu), kami pun menyiapkan armada tempur futsal Surya yang sudah dikenali dan diakui seantero Margorejo dan Malang Raya.
Sebelum bermain melawan lawan yang lumayan berat (karena rata-rata dari Persikoba Batu), kami berfoto bersama. Oh ya, tim Surya ini merupakan gabungan dari wartawan, markom, iklan dan rekan-rekan Malang,termauk para pemulung, tukang becak, janda-janda kembang en orgil).
Nah silakan perhatikan baik-baik wajah-wajah sangar para pemain yang sudah malang melintang di lapangan sepak bola rumput, plesteran, stadion gajayana, old trafford, emperan toko, trotoar, stasiun, bawah jembatan dan lokalisasi (lho apa ini tim futsal apa tim gelandangan dan pengemis ya?)
NB: penulis ada di nomor empat dari kiri (jongkok), dan di foto dua, posisi berdiri dua dari kanan. yang paling cakep cuma itu, lainnya berdebu...

Kamis, 11 Desember 2008

JANGAN PERNAH LUPA


SALAM HORMAT
Rekan-rekan pasti tidak akan lupa dengan sosok di samping ini.
Ya, sejak SD dan beberapa generasi sebelum kita pun tahu betapa populernya (alm) Soeharto, Bapak Pembangunan yang namanya juga tercatat dalam sejarah Orde Baru.
Ini sekadar memutar kembali roda waktu sejarah bahwa negeri ini pernah dipimpin seorang yang dianggap besar dan disegani di satu sisi, namun juga dibenci di sisi lain.
Kita yang lahir di masa Orde Baru pun menikmati berbagai kebijakannya di negara ini dan masih ingat bagaimana slogan yang sebenarnya bisa dibilang sukses seperti Indonesia negara berswasembada beras, diakui aktif berperan di pelbagai segi aktivitas dunia.
Saya jadi ingat bagaimana (alm) Soekarno, Bapak Proklamasi yang sepertinya mirip-mirip nasibnya dengan Soeharto (secara kebetulan nama depan mereka adalah 'Soe' yang artinya 'Baik'.), di mana dikagumi karena keberaniannya menantang penjajah, disegani negara-negara di dunia dan berani keluar dari PBB.
Tetapi pada akhirnya Bung Karno melalui hari-hari sepi masa tuanya di Wisma Yaso sampai menghadapi Penciptanya.
Sedangkan Soeharto yang melalui masa tuanya karena sakit, bisa menikmati apa yang dilakukannya di negara ini dengan perawatan dokter terbaik dan fasilitas rumah sakit terbaik pula serta menutup mata dengan tenang.
Sekarang, apakah ada anak-anak kita yang mengingat kedua tokoh itu? Bung Karno diketahui generasi sekarang dari buku-buku pelajaran sekolah dengan semua jejak sejarah yang membuat negara ini pernah menjadi sorotan di masa pascakemerdekaan.
Saya teringat lirik lagu yang pernah dipopulerkan Ahmad Albar sekitar tahun 1970-an, kita-kira begini bunyinya,
"Seakan Tak Pernah Dia Berjasa/Seakan Dia Makhluk Tak Berguna/
Namun Kata Sejarah/ Tak Akan Pernah Hilang/
Walau Dihapuskan/
Suatu Saat 'Kan Tiba/ Matamu Kan Terbuka/
Tinggal Sesal dan Kesan.....
Di masa sekarang sepertinya sesuatu yang berkaitan dengan Orde Baru dan Soeharto begitu menakutkan. Masa-masa penuh pengekangan dan terjeratnya kebebasan, di balik suksesnya pertumbuhan pembangunan pertanian dan industri.
Belakangan, fobia terhadap Orde Baru itu tidak lepas dari sosok Sang Jenderal Besar yang fotonya terpampang di atas.
Saya tidak memuji atau membesar-besarkan jasa-jasa Soeharto. Tetapi sejujurnya, kalau mau menengok ke belakang, saya lahir ketika penjajahan tinggal sejarah, kemiskinan seperti angin lalu, masa di mana mudah mencari pekerjaan, era ketika anak-anak generasi baru seperti Generasi Bunga yang menyapa dunia dengan sendok yang disodorkan ke mulutnya dengan penuh nasi.
Menukil lirik lagu tadi, mungkin ada sebersit sesal mengapa sekarang tidak seperti era lalu. Maksud saya, boleh tidak ada situasi ketidakbebasan berekspresi seperti era Orde Baru, tetapi mengapa semua menjadi begitu sulit dan tidak menentu.
Harga-harga komoditas dan kebutuhan mendasar rakyat kecil begitu melangit, BBM melambung bahkan minyak tanah pun nyaris jauh dari jangkauan kantong-kantong saku yang kian tipis.
Belum lagi biaya pendidikan yang bak meraih surga, sebagian politisi yang menjadi wakil rakyat bertarung demi memperebutkan kursi.
Selama beberapa tahun terakhir, politik menjadi panglima. Ini tidak berbeda dengan beberapa tahun setelah kemerdekaan ketika jumlah parpol di era Soekarno berjumlah puluhan (sehingga kalau pemilih ingin mencoblos di bilik suara bingung bagaimana membuka kertas suara yang begitu besaaaar!).
Hal itu akan terulang sekarang. Jumlah parpol peserta pemilu 2009 ada 34 plus empat di Nangroe Aceh Darussalam. Ini imbas dari terbukanya keran demokrasi (ala Amerika?) yang memberi keleluasaan bagi kelompok dan ormas untuk membentuk parpol.
Bahkan pemimpin yang terpilih empat atau delapan tahun lalu, sudah langsung terfokus pada bagaimana merancang kemenangan di empat tahun berikutnya.
Di era Soeharto, yang diklaim hanya dua parpol plus Golkar. Itu masa penuh penindasan, kalau boleh kita sebut begitu karena belum ada ruang untuk membuat parpol baru.
Tetapi semakin sedikit yang ada, maka pilihannya semakin mudah. Pemilih akan mencoblos, kalau tidak nomor satu ya nomor dua atau tiga. Gitu aja kok repot!
Sekali lagi ini bukan membandingkan dengan tujuan memuji masa lalu. Cuma sekadar mengingatkan. Sebagian dari kita yang di masa muda pernah didorong rasa idealisme setelah sedikit tahu demokrasi, seakan begitu serius melihat sosok Sang Jenderal hanya dari sisi kelabunya.
Tidak perlu terlalu melebar. Kita melihat tetangga kiri kanan, apakah ada yang tanpa sadar berkata,"Coba masa Soeharto, masih enak cari kerja. Semua gak rumit."
Beberapa hari sebelum memposting tulisan ini, saya sempat nongkrong di warkop tegalsari, di depan rumah makan Ria, dan mendengarkan percakapan beberapa orang tua.
"San, tampaknya Prabowo (mantan Danjen Kopassus) punya peluang besar untuk menang (terpilih menjadi presiden)," seorang bapak tua berkata kepada orang di sebelahnya.
"Itu jelas, karena ia didikan langsung mantan mertuanya itu. Tetapi sekarang kan lain. Banyak pesaing. Prabowo ketok e kejem ngono. Coba Prabowo menang, wah gak onok demo aneh-aneh sing nggawe rusak dalan. Polisi opo tentara macem-macem dicatut sakdurunge nggawe masalah," sahut sebelahnya.
Pak tua mengangguk,"Repot yo saiki. Kepingin koyo mbiyen kabeh gampang tapi wedi karo gayane Prabowo. Tapi politisi sak ini sak enake dhewe. Durung kepilih gayane ngendek-ngendek nang wong cilik. Wis kepilih malah bablas, gak gelem nyopo blas."
Perbincangan terbatas itu hanya sekelumit kegetiran sekaligus sepercik harapan bahwa Prabowo bisa mengulangi apa yang dilakukan Soeharto. Di sisi lain, kita tidak mau ada tekanan seperti masa lalu.(Ini bukan kampanye hitam lho, sungguh, nanti dikira jurkamnya Gerindra hehehehe...).
Sebaiknya ini menjadi cermin bagi kita semua bahwa tidak ada gunanya mencerca apa yang sudah terjadi. Orang bijak mengatakan, masa lalu adalah kenangan, sekarang adalah perjuangan dan hidup adalah untuk masa depan. Tetapi semua tetap berlandaskan masa lalu sebagai hikmah dan pelajaran....

Plus Minus Blog



Rekan-rekan blogger, ini info sedikit soal blog semoga kita bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan efektif dan bijak

Sebuah blog (dari sebuah istilah "web log") adalah sebuah situs web, biasanya dikelola oleh individu biasa dengan masukan dari komentar, penjelasan peristiwa-peristiwa, atau bahan lain seperti gambar atau video. Masukan sering ditampilkan di sebalik-urut.
"Blog" juga dapat digunakan sebagai kata kerja, yang berarti untuk memelihara atau menambahkan konten ke blog. Banyak blog memberikan komentar atau berita tentang subjek tertentu; lain lebih berfungsi sebagai pribadi-line Diaries.
Sebuah blog khas menggabungkan teks, gambar, dan link ke blog lain, halaman Web, dan media lain yang berkaitan dengan topik. Kemampuan bagi pembaca untuk meninggalkan komentar dalam format interaktif merupakan bagian penting dari banyak blog.
Kebanyakan blog adalah terutama tekstual, meskipun beberapa fokus pada seni (artlog), foto (photoblog), sketsa (sketchblog), video (vlog), musik (MP3 blog), audio (Podcasting), yang merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas dari sosial media.
Mikro-blog lain adalah jenis blogging, yang terdiri dari satu blog dengan posting sangat singkat. Sejak Desember 2007, mesin pencari blog Technorati telah melacak lebih dari 112 juta blog.
Dengan kedatangan video blogging, kata blog telah diambil secara berarti looser - yang sedikit dari setiap media dimana subjek tersebut menurut pendapatnya atau hanya berbicara tentang sesuatu.
=========
Popularitas
Peneliti telah menganalisis dinamika bagaimana blog menjadi populer. Ada dua langkah-langkah dasarnya ini: popularitas melalui citations, serta popularitas melalui afiliasi (yaitu blogroll). Dasar kesimpulan dari penelitian tentang struktur blog adalah bahwa sementara waktu yang diperlukan untuk sebuah blog menjadi populer melalui blogrolls, permalinks dapat meningkatkan popularitas lebih cepat, dan mungkin lebih menunjukkan popularitas dan kewenangan dari blogrolls, karena mereka adalah orang-orang yang menunjukkan sebenarnya membaca konten blog dan dianggap berharga atau penting dalam kasus tertentu.
Blogdex proyek yang diluncurkan oleh peneliti di MIT Media Lab untuk menjelajah Web dan mengumpulkan data dari ribuan blog untuk menyelidiki mereka sosial properti. Hal ini mengumpulkan informasi selama lebih dari 4 tahun, dan otonomi dilacak yang paling berjangkit menyebarkan informasi di blog masyarakat, peringkat dengan kebaruan dan popularitas.
Hal itu dapat dipertimbangkan pertama Instansiasi dari memetracker. Proyek tersebut tidak lagi aktif, tapi fungsi yang sama sekarang dilayani oleh tailrank.com.
Blog diberi peringkat oleh Technorati berdasarkan jumlah link masuk dan Alexa Internet berdasarkan Web hits dari Alexa Toolbar pengguna. Pada bulan Agustus 2006, Technorati menemukan bahwa yang paling-link ke blog di internet adalah Aktris Cina Xu Jinglei.
Media Cina Xinhua melaporkan bahwa blog ini menerima lebih dari 50 juta halaman dilihat, mengklaim ke blog yang paling populer di dunia.
Technorati menilai Boing Boing menjadi paling baca-tulis blog-grup. Gartner prakirakan blog yang akan puncak di tahun 2007, tidak tahan bila jumlah penulis yang menjaga sebuah situs Web pribadi mencapai 100 juta.
Analis Gartner berharap bahwa nilai baru dari media akan luntur karena sebagian besar orang yang tertarik dengan fenomena itu telah diperiksa, dan baru blogger akan meringankan jumlah penulis yang meninggalkan penciptaan mereka dari kebosanan. Perusahaan kami memperkirakan bahwa ada lebih dari 200 juta mantan blogger yang telah selesai posting mereka line Diaries, menciptakan memperlihatkan peningkatan jumlah "dotsam" dan "netsam" - yakni, objek yang tidak diinginkan di Web (sejalan dengan kapar dan jetsam).

====
Konsekuensi blogging (Pencemaran Nama Baik)
Beberapa kasus telah dibawa sebelum pengadilan terhadap blogger nasional tentang masalah pencemaran nama baik atau tanggung jawab. Pengadilan telah kembali dicampur dengan vonis. Internet Service Provider (ISP), secara umum, yang kebal dari tanggung jawab untuk informasi yang berasal dengan pihak ketiga (US Komunikasi Kesusilaan Undang-Undang Uni Eropa dan Petunjuk 2000/31/EC).
Dalam John Doe v. Patrick Cahill, Jawa Mahkamah Agung yang diselenggarakan ketat standar yang harus dipenuhi untuk kedok blogger anonim, dan juga mengambil langkah yang tidak biasa dari dismissing dalam kasus fitnah itu sendiri (tak seperti di bawah hukum Amerika fitnah) daripada merujuk kembali percobaan ke pengadilan untuk kembali.
Dalam berliku-liku aneh, yang Cahills mampu memperoleh identitas John Doe, yang ternyata menjadi orang yang dicurigai: kota's walikota, majelis Cahill politik saingan. Cahills yang diamandemen asli keluhan mereka, dan walikota menempatkan kasus daripada pergi ke pengadilan.
Pada bulan Januari 2007, dua tokoh politik Malaysia blogger, Jeff Ooi dan Ahiruddin Attan adalah susu oleh koran pro-pemerintah, The New Straits Times Press (Malaysia) Berhad, Masheerul bin Kalimullah Hassan, Hishamuddin bin Aun dan Brenden John a / l John Pereira atas sebuah tuduhan pencemaran nama baik. MosarCelem telah didukung oleh pemerintah Malaysia.
Setelah yang sesuai, yang diajukan pemerintah Malaysia untuk "mendaftar" semua blogger di Malaysia dalam rangka untuk lebih mengontrol pihak terhadap kepentingan mereka.
Ini adalah pertama seperti kasus hukum terhadap blogger di negara ini.
Di Inggris, dosen perguruan tinggi berkontribusi ke blog yang di dalamnya dia dirujuk ke politikus (yang juga menyampaikan pandangannya di blog yang sama) menggunakan berbagai uncomplimentary nama, termasuk merujuk kepadanya sebagai "Nazi".
Politikus yang menemukan nama yang nyata dari dosen (wrote dia di bawah nama sanaran) melalui ISP dan berhasil susu dia untuk £ 10.000 dalam kerusakan dan biaya £ 7200.
Di Amerika Serikat, blogger Harun Wall adalah susu oleh Lalu Lintas Power untuk fitnah dan penerbitan rahasia perdagangan pada tahun 2005.
Dinding dan lain "topi putih" mesin pencari optimasi konsultan telah terpapar Lalu Lintas Power dalam apa yang mereka klaim adalah upaya untuk melindungi masyarakat. Kasus ini laris manis oleh banyak blogger karena menyentuh suram pertanyaan dari hukum yang bertanggung jawab atas komentar di blog.
Kasus ini telah diberhentikan karena kekurangan pribadi yurisdiksi, dan Lalu Lintas Power gagal untuk naik banding dalam waktu diperbolehkan.

Ok demikian yang bisa dipetik dari wikipedia

DI BAWAH SLOGAN SURYA

HAI DARI SURABAYA MENYAPA ANDA SEMUA

Jujur saja, kadang saya juga heran mengapa ada foto saya bersama baliho perusahaan kebanggaan kita di blog ini. Tetapi ini saya ambil akhir tahun lalu ketika lewat di Mayjend Sungkono pukul 23.00 WIB.
Ada neon box begitu terang di sepanjang jalan di depan SPBU itu. Ya iseng2 saya berpose seganteng2-nya karena jarang ada kesempatan seperti ini. (Sebelumnya juga ada neon box sebesar ini di depan Gramedia Expo tahun lalu, tidak tahu apakah sekarang masih dipasang).
Oke lah. Anggap ini sebagai kenangan yang mengesankan karena sepertinya sesama blogger di Harian Surya belum sempat mengambi foto di depan logo Surya.
Mungkin saya satu-satunya yang mengabadikan diri di depan latar belakang Kuning Merah "Surya Aspirasi Baru Jawa Timur (kalau orang Madura bilangnya Surabaya Temor!!). Salam buat semua rekan blogger, agar rajin2 mem-posting di blog masing-masing sebanyak-banyaknya, sebaik-baiknya, sedetil-detilnya,
ayo0.. goo blog!!

Rabu, 10 Desember 2008

MUSIM BLOGGING DESK OR

Alhamdulillah sudah banyak rekan2 yang mulai membuka dunia barunya lewat wahana dunia maya ini, termasuk kawan sebelah (namanya fatkul, si juragan jengkol).
Ceritanya begini, gak ada angin gak ada hujan, fatkul bilang:"Ahh akhirnya saya punya blog, dey. Kamu nggak punya!"
Aku merespons,:Hei jangan menghina ya, aku sudah punya tiga (3) blog yang sering aku update. dan aku tunjukkan kepada bapak fatkul yang terhormat, lantas ia tertawa cengegesan. "Wah ketinggalan aku, aku juga baru mau buat karena habis membaca blog-nya budi bola."
Jadinya, seperti wabah yang menular. Ada temanku yang lain ikut2an seperti Ravianto (panggilan populernya Raviatun alias Atun) yang mencoba2 membuat blog dari wordpress.com.
Listriknya pun nyetrum ke bangku belakangku. Pak Eko Supriyanto yang nama populernya kalau karaoke 'ES' (singkatan dari Edi Silitonga, Elvi Sukaesi, Edi Sinyo, Ekyan Shian, edi suroso dan sbgnya) juga tanya2 bagaimana membuat blog (hemmm, ternyata masih ada juga orang yang belum menembus kencangnya laju teknologi informasi).
Seperti merapel gajian, pak es ikut2an buat, bahkan foto2nya waktu liputan di China pun diposting. Seru banget!
Aku kurang paham, apa pak es sengaja membuat blog untuk kepentingan komunikasi atau karena kurang populer meski sudah melanglang buana ke Negeri China atau tetap tidak ikut2an sipit dan berkulit kuning setelah bertandang ke Negeri Tirai Bambu itu.
Yang pasti, semua rekan se-olahraga pun benar-benar keranjingan mem-posting foto, artikel, bahkan nomor hape, atau celana dalam dan kutang ke dalam blog masing2.
btw, itu tidak apa2 karena tidak mungkin kita ketinggalan menggunakan wahana ini.
Ok, selamat ber-blogging-ria....