Total Tayangan Halaman

Minggu, 26 April 2009

Di Kaki Menara Petronas







Dari mana saya memulainya? Eh ya, dari bawah menara Petronas. Setelah berputar-putar ke lokasi yang ditentukan dalam jadwal, maka Kamis (2/4) kami diboyong ke Petronas juga. Kebetulan di sana ada fans meeting dengan pembalap dari Tim Williams-Sauber F1. Ramai acaranya sih, tetapi tidak semeriah ketika Felipe Massa dan Kimi Raikkonen jumpa fans di saat yang sama di Pavillion Hotel, jalan Bukit Bintang, KL.
Whatever, menelusuri bagian dalam menara Petronas jadi jauh lebih menarik ketimbang menonton jumpa fans. Kami pun masuk lewat pintu depan, dan tujuannya jelas yaitu naik ke jembatan penghubung di lantai 41.
Di luar perkiraan kami, penjagaan di pintu masuk sangat ketat. Untuk masuk, kami turun dari lantai 1 ke ground level (jadi tepat di bawah fondasi dua menara yang beratnya ribuan ton itu), untuk memesan tiket masuk ke lift yang akan membawa kami ke jembatan 41.
Ya...antreannya lumayan panjang karena yang ingin melihat menara itu bukan hanya saya dan teman2 yang bergaya udik dari Indonesia (hehehehehehehehe)
Lucunya, setelah melalui porter pertama, kami tidak langsung naik lift. Tetapi dibawa ke ruang ornamental dan replika yang berisi berbagai informasi mengenai sejarah pembangunan menara.

Semua disajikan dalam bentuk visual (televisi, visual grafis dan kartun), game dan berbagai pengetahuan di dalamnya.

Semua mengemas dalam paket wisata, di mana Petronas adalah salah satunya.
Sebagai info, pemasukan malaysia dari sektor wisata tahun 2008 lalu mencapai 46 miliar RM (1 RM = Rp 3.200). Petronas menempati urutan ketiga kunjungan terbesar wisata selain paket wisata bahari dan balapan F1 di Sepang (akan saya bahas di entri berikutnya.
==
Setelah puas berlama-lama menjadi murid TK di ruang bawah, kami pun naik dengan lift ke lantai 41. Saking cepatnya lift naik, telinga sampai berdenging (untuk peringatan, kalau kecepatan tinggi begini disarankan membawa air mineral dan sering2 minum spy udara tidak memenuhi telinga).
Di jembatan 41 yang menjadi favorit turis di menara itu, saya bisa melihat hampir seluruh kota KL. Termasuk menara tertinggi KL, KL Tower (ingat, petronas adalah menara KEMBAR TERTINGGI DUNIA).
Tetapi momen yang dinanti sudah pasti mengabadikan kenangan dengan berfoto2 di bawah menara kembar. Untung saya pernah sedikit2 lihat fotografer motret jadi bisa meminta bantuan Henri (teman dari SBY) agar mengambil gambar saya tanpa memotong gambar menaranya.
Hasilnya oke juga, henri sangat berbakat. Dan thx juga buat Miss X yang membantu mengambil foto saya....(bersambung)

Tidak ada komentar: