GooNewsiana
Information You Need About Sport, Health, Tourism and Indonesia
Total Tayangan Halaman
Selasa, 23 Oktober 2012
Air Asia To Sponsor Indonesia's Persebaya
ONE of Malaysian-based leading multinational airlines Air Asia, noticed their interest to sponsor Persebaya Surabaya, an Indonesian legendary football club with great mass of fans. It will the first time Air Asia intends to sponsor a football club from Indonesia.
Air Asia has already become main sponsor for Queens Park Rangers (QPR), contestant of Europe's prestigious football competition, English Premier League (EPL).
Air Asia's proposition to reach Persebaya stemmed from friendly match between the Surabaya club against QPR last September. Air Asia owner, Paul Fernandez has hinted that Persebaya is an ideal will-be partner to promote his company image in Indonesia.
Last week, Persebaya media office, Surahman, disclosed Air Asia's offer to cooperate. And now Surahman explains that Air Asia want to sponsor The Green Crocodile - Persebaya nickname - dan the Malaysian company is still waiting for a response.
But then Surahman says that Persebaya is still struggling in discussion of Memorandum of Understanding between PT Persebaya Indonesia (PT PI) and PT Pengelola Persebaya (PT PP). 'Air Asia has offered to be main sponsor, but we have not responded yet. We must discuss MoU between PT PI and PT PP," Surahman said.
Negotiation between PT PI and PT PP, Surahman says, is very crucial since it will also discuss subsidies for internal clubs under Persebaya management.
Persebaya Chief Executive, Cholid Ghoromoah confirms Air Asia proposition, and it is highly possible that the airlines' logo will be embedded on Persebaya's jersey next season, as that on QPR's Park Ji-Sung.
Later, Cholid denies that there has been a split between PT PI and PT PPI in club's management. And he is not worried that sluggish discussion of MoU will make Air Asia retreat from their plan to sponsor Persebaya.***
Minggu, 14 Februari 2010
Makanan Penangkal Serangan Jantung/Stroke
5 (lima) Makanan Pencegah Serangan Jantung
* DietsInReview (29 Januari 2010) – Rebecca Scritchfield MA, RD, LD
Serangan jantung dan stroke merupakan penyakit pembunuh nomor satu di AS, dan mungkin juga di dunia saat ini. Dan bertepatan Bulan Penyakit Jantung Amerika, kesadaran mengenai pola hidup dan pemilihan makanan sehat kembali muncul. Setidaknya dari hasil peninjauan mengenai penyakit itu, asupan makanan sehat merupakan metode utama untuk menangkalnya.
Berikut ini beberapa makanan yang tidak hanya berfungsi mencegah atau melindungi jantung, tetapi juga berperan sebagai pendorong pola makan yang sehat.
1. Bawang Putih: tanaman obat ini adalah yang paling ideal untuk kesehatan jantung. Banyak penelitian membuktikan keuntungan potensial dari konsumsi bawang putih secara reguler untuk membantu tekanan darah, mengurangi agregasi platelet dan membantu tingkat triglyserim serum dan menurunkan/menyimbangkan kadar kolesterol. Semua fungsi/manfaat itu bisa membantu kinerja jantung. Bawang putih juga bisa menjadi bumbu yang sangat bermanfaat bagi masakan sehingga bisa menurunkan kadar garam dalam makanan.
2. Salmon (daging ikan salmon): beralihlah dari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti burger, dengan fillet ikan salmon. Bila beberapa jenis lemak jenuh masih baik dikonsumsi, maka kecil risiko yang terjadi. Tetapi perlu diingat bahwa konsumsi makanan – seperti cheeseburger – lebih dari separuh per hari sama nilainya dengan lemak penyumbat pembuluh arteri, akan meningkatkan risiko serangan jantung.
Sebaliknya, konsumsi daging salmon bisa menurunkan risiko itu (penyumbatan pembuluh arteri dan serangan jantung) berkat kandungan lemaknya yang lebih ramah bagi jantung kita. Omega-3 bisa mencegah detak jantung yang tidak teratur, menurunkan gejala penggumpalan darah dalam arteri, meningkatkan rasio kolesterol baik dengan kolesterol jahat, dan mencegah kolesterol berdampak merugikan; dalam hal ini : menyumbat pembuluh darah.
3. Buah Berry dan Cherry : Jenis buah seperti ini bisa disamakan dengan pemanis alami. Pemanis seperti ini banyak mengandung polyphenols, yang berfungsi mencegah kerusakan sel-sel. Kerusakan sel-sel ini mengakibatkan pembuluh darah dan jantung tidak sehat. Selama musim dingin di AS, orang memilih mengkonsumsi buah bery beku. Jadi bisa dicoba dengan melelehkan buah strawberi dalam freezer. Kemudian tambahkan oatmel yang tidak mengandung gula ke dalam bery dalam jus; cara ini bisa mengoptimalkan kinerja jantung.
4. Quinoa: Quinoa adalah sejenis bijih tanaman liar yang sering disalahartikan sebagai gandum (lebih tepat disebut sejenis sereal). Bijih kecil tanaman sereal ini merupakan sumber magnesium yang luar biasa, juga mengandung mineral yang bisa mengendorkan pembuluh darah. Konsumsi magnesium yang rendah bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti meningkatkan tingkat hipertensi, penyakit jantung ringan dan kerancuan kinerja jantung. Ketika masuk ke dalam tubuh, quinoa bekerja secara cepat dan menyisakan ampas yang banyak. Untuk mengolahnya, bisa dicampur dengan ayam panggang untuk makan malam, atau dimasukkan dalam makanan berkuah.
5. Coklat panas: Dugaan Anda benar sekali! Minuman coklat panat mengandung antioksidan melimpah, sekitar dua kali kandungan dalam anggur merah dan tiga kali yang dimiliki the hijau. Temperatur selama bulan Februari yang dingin – dari penelitian – bisa diatasi hanya dengan meminum segelas coklat panas ini. Tips :Karena campuran coklat panas penuh mengandung banyak gula, gunakan 100 persen coklat murni (coklat serbuk) ditambah SATU sendok the gula.***
Minggu, 31 Mei 2009
MANFAAT PENGOBATAN SINAR MATAHARI
Global study discovers astonishing power of vitamin made by the sun
(Jeremy Laurance, Health Editor)
Boosting levels of vitamin D could cut the incidence of breast cancer by a quarter, bowel cancer by a third and it should be offered to the population as part of a public health drive, scientists say.
The finding is based on a review of 2,750 research studies involving vitamin D, sometimes called "bottled sunshine", which show that taking daily supplements of the vitamin could do more for cancer prevention than a library full of lifestyle advice.
Vitamin D is made by the action of sunlight on the skin but the gloomy weather and long winter in countries north of 30 degrees latitude, such as the UK, means that a large part of the earth's population is deficient between October and March.
Vitamin D has attracted increasing attention in recent years as its role in preventing cancer and other conditions including heart disease, diabetes and multiple sclerosis, has been revealed.
The weight of evidence has grown so dramatically that governments around the world are reviewing their recommendations. The US and Canadian governments have set up a taskforce on vitamin D, and the Scottish government is taking expert advice. The pressure is now on the Department of Health in England to respond.
Scotland's chief medical officer, Harry Burns, attended a conference last November convened by the Scottish government at which international experts recommended randomised trials be established in the wake of strong evidence that increased intake could improve health.
High rates of heart disease, cancer and multiple sclerosis in Scotland have been blamed on the weak sunlight and short summers. Some experts believe the benefits of the Mediterranean diet have as much to do with the sun as with the regional food.
However, too much sun exposure leading to sunburn is damaging to the skin and a cause of malignant melanoma, one of the most rapidly growing – and deadly – cancers. Figures published this month show cases of melanoma have topped 10,000 annually for the first time.
Now scientists at the University of Edinburgh have been awarded a £225,000 grant to investigate the link between low levels of vitamin D in Scotland and bowel cancer.
The US and Canadian government taskforce is examining whether the current recommendation for people to achieve a blood level of vitamin D equivalent to taking 200-600 international units (IU) a day, depending on their age, should be increased. The recommended level was set in 1997 and is based on what was necessary for bone health, not cancer prevention.
The same level is recommended in the UK, where official policy is that sun exposure and diet (oily fish and eggs contain vitamin D) are sufficient to achieve it, without supplements, for most adults. But an increasing body of cancer and other medical experts say a healthy intake of vitamin D should be five to 10 times higher.
Writing in the Annals of Epidemiology, Professor Cedric Garland and colleagues from the University of California, San Diego, say if everyone took 2,000 IUs of vitamin D a day, the current maximum recommended in Canada, it would save an estimated 200,000 cases of breast cancer and 250,000 cases of bowel cancer worldwide.
Professor Garland first recognised the link when, as a young doctor in the late 1970s, he used to drive with his brother Frank Garland across the US from sunny California to John Hopkins University on the snowy east coast.
Bowel cancer was more common in the north and east of the country than in the south and west and while cancer specialists at the time looked for an explanation in the amount of fibre in the diet or the way meat cooked on a barbecue, the Garland brothers suspected a link with climate.
Twenty-five years later, after a series of papers establishing the link between breast and bowel cancer and vitamin D, their ideas are being taken seriously. The Canadian Cancer Society was the first to recommend a daily vitamin D supplement (of 1,000 IUs) in 2007, for the whole country in winter and for northern parts that get little sun in summer as well.
However, the International Agency for Research on Cancer (IARC) in Lyons, France, called last year for a major trial to prove the safety and efficacy of vitamin D before supplements are recommended for populations.
IARC scientists have warned that high levels of vitamin D in blood samples may not prevent cancer but instead be a sign of a healthy lifestyle. Supplements have in the past failed to deliver the benefits expected from their naturally occurring versions, and have in some cases been found to be harmful. Beta-carotene, the precursor of vitamin A, which early research suggested would prevent lung cancer was shown to increase it in smokers.
But Oliver Gillie, of the Health Research Forum said vitamin D has also been shown to play a vital role in heart disease, cancer, diabetes, high blood pressure, schizophrenia and multiple sclerosis.
"It is like the trick question whether it was Shakespeare who wrote the sonnets or someone else with the same name," he said. "We know what vitamin D does, and there is a very plausible biological hypothesis for how it works. There might be something else that is having the effect, but why would we look for it when it is there under our noses? The amount of research on other supplements is nothing like as great as that on vitamin D."
Selasa, 19 Mei 2009
Brain Power

Senin, 18 Mei 2009
Buat Fans Nasi Boranan Lamongan


Kandungan albuminnya sangat tinggi sehingga dapat mempercepat penyembuhan.
Pernah melihat ikan gabus yang hidupnya di rawa-rawa? Rupanya memang jelek. Meski begitu, rasanya tak kalah lezat dari ikan salmon. Ikan gabus mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, bahkan pasar-pasar modern. Biasanya dalam bentuk kering alias ikan gabus asin.
==============
=================
===================
Kapsul ekstrak ikan gabus pun dikirim ke berbagai posyandu, puskesmas, dan rumah sakit di beberapa daerah di Indonesia. Selain untuk membantu pasien yang tak mampu, juga dalam rangka meyakinkan para dokter bahwa kapsul tersebut memang benar-benar dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit.
==============
Albumin merupakan bagian dari protein yang sangat penting untuk tubuh. "Tubuh kita terdiri dari 60% plasalbumin," jelas Pudji. Albumin berada di dalam darah dan berfungsi mengatur keseimbangan air dalam sel, memberi gizi pada sel, dan mengeluarkan produk buangan. Selain itu, albumin juga berfungsi mempertahankan pengaturan cairan dalam tubuh.
Bila kadar albumin rendah, maka protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel, menjadi tidak maksimal. Pada anak yang kekurangan albumin pun, seperti penderita TBC, maka obat yang diminum daya kerjanya kurang maksimal.
Kadar albumin normal dalam tubuh antara 3,5-4,5. Bila kurang dari 2,2 menunjukkan masalah pada tubuh.
======================
Pudji melakukan penelitian terhadap dua anak dengan gizi buruk yang sedang dalam pengobatan. Anak pertama diberikan biskuit yang tak mengandung albumin, sedangkan anak kedua diberikan biskuit yang mengandung albumin. Hasilnya, anak yang diberikan biskuit dengan kandungan albumin ikan gabus, BB-nya naik lebih cepat.
===================
Tak hanya anak sakit yang kekurangan albumin, anak sehat pun bisa mengalami kekurangan albumin namun pada saat itu dia tidak sedang sakit. Bisa ditunjukkan dengan tubuh anak yang kurus, tidak terlihat segar, lemah, dan sebagainya. Namun gejala kurus tidak bisa selalu diindikasikan kalau anak kekurangan albumin.
Namun, jangan menunggu sampai anak kekurangan albumin. Kita harus mencegah kejadian tersebut karena sangat mengganggu daya tahan tubuh, juga sistem metabolismenya. Kita bisa memberikan albumin secara alami kepada anak. Misalnya dengan menyediakan lauk ikan gabus dalam menu anak. Apalagi, ikan gabus mudah sekali didapatkan di pasar-pasar.
Menurut Pudji, kita bisa bebas memberikan ikan gabus kering atau basah. Namun karena rasa dan baunya yang tak selalu disenangi setiap anak, maka kita perlu membuat variasi menu yang menarik supaya anak senang mengonsumsinya.
Mengenai waktu pemberiannya bisa kita atur sendiri: seminggu sekali atau dua kali, bahkan setiap hari pun boleh. Dengan mengonsumsi ikan gabus diharapkan anak tak akan kekurangan albumin.
================
Kapsul ekstrak ikan gabus bisa dijadikan alternatif pengobatan yang sangat murah. Bayangkan, anak yang berkadar albumin rendah harus diberi infus seharga sekitar Rp1,4 juta per botol. Minimal pemberian adalah 3 botol. Jika dikalikan, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp4,2 juta. Bila kebutuhan infus lebih banyak, tentu biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih besar. Tak heran bila banyak orangtua dari kalangan tak mampu sering mengeluh akan besarnya biaya pengobatan.
"Saya tidak tega melihat ibu yang memiliki anak gizi buruk namun tak bisa berbuat apa-apa," tutur Pudji. Nah, dengan kapsul albumin dari ikan gabus seharga Rp3.000 per buahnya, bila pemberiannya 2 kapsul sekali minum sehari 3 kali selama 10 hari, maka total biaya yang harus dikeluarkan hanya Rp180.000.
Keresahan Pudji akan banyaknya kasus gizi buruk pada anak pun terobati. Sebab, kini mereka tak perlu membayar mahal bila ingin memperbaiki masalah gizi anak. Mereka bisa menggunakan kapsul atau biskuit albumin ikan gabus. Atau, mereka bisa memberikan lauk ikan gabus pada anak-anak mereka.
stigma buah merah papua

"Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI (Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti HIV pada buah merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan," kata Ketua Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Dr dr Ernie H. Purwaningsih MS di Jakarta, Senin.
Kamis, 14 Mei 2009
CINTAILAH BUMI


