Naah...inilah jalannya pertandingan antara tim Surya melawan Persikoba Batu yang berlangsung sengit dan ketat. Sampai-sampai Pak Tutug Pamorkaton ketahuan kalau pakai celdam ketat kuning berenda-renda (centil deh).
Saya sebagai salah satu aktor permainan di sini, memakai nomor punggung 4, maksudnya nomor udel 4 karena tidak sadar kalau rompinya terbalik.
Sebagai bek merangkap gelandang, striker, sayap kiri, sayap kanan, ceker, buntut, dan kepala (ini sepak bola apa bistik ayam???), saya punya tanggung jawab besar untuk mengendalikan permainan. Karena sudah hampir 4 bulan tidak menggocek bola, saya agak kaku dan lari juga agak canggung.
Tetapi provokasi dari lawan dan rekan-rekan setim oke juga. Meski tidak mencetak gol karena cetakannya hilang, saya bisa sdikit2 membantu serangan, menggempur pertahanan lawan sampai para pemain lawan ampun-ampun, kita gempur, jebol gawangnya dan acak-acak rumputnya...
Skor akhir katanya 9-9 atai 8-9, 9-8, ah nggak tahu. Gak penting.
Tetapi suasana kegembiraan pun terasa dan semangat bertanding tiada pernah surut, apalagi ada teriakan penonton dan jangan lupa iringan musik dari team manager kami Pak Sani yang selalu meningkahi hihihihiiiiiiiiiiii.....(kadang suasana meriah berubah seperti di kuburan yang angker gara2 tawa itu).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar