Tetapi karena tidak ada insan Surya yang punya wajah komersil alias bertampang murahan, maka tidak ada yang pede untuk bernyanyi di atas panggung, apalagi sampai menyuguhkan tarian erotis di depan ribuan warga Batu tercinta yang ramah.
Pilihan akhirnya jatuh pada kegiatan tradisional Surya, yaitu olah raga. Yang dipilih ya futsal. Karena selama ini teman-teman olah raga rutin berlatih futsal secara urunan untuk menggelandang dari satu arena ke arena lain, maka tawaran bermain sepak bola lapangan mini pun diterima dengan Ho-Oh saja. Apalagi semua biaya gratis alias no charge doang.
Ini ceritanya, pada sabtu malam kami bertolak ke Batu dengan sopir yang berpengalaman melalui rute Paris-Dakkar dan Kalisari-Kremil, Bapak Sani Alkatiri bin Abdulwahab.
Selama perjalanan, lumayan juga nih sopir. Tidak perlu mencari saluran FM atau AM di radio, karena ternyata Tuan Sani punya bakat menjadi penyiar radio. Sepanjang perjalanan, semua penumpang roda empat terhibur dengan celotehannya yang kreatif dan genit dan mencegah kami, semua penumpang, agar tidak sampai terkantuk-kantuk dan tidur berkat tawanya yang melengking dan panjang, hihihiiiiiiiiiiiiiii..........
Setelah menginap semalam di kamar masing-masing yang hangat plus selimutnya (???), esoknya (Minggu), kami pun menyiapkan armada tempur futsal Surya yang sudah dikenali dan diakui seantero Margorejo dan Malang Raya.
Sebelum bermain melawan lawan yang lumayan berat (karena rata-rata dari Persikoba Batu), kami berfoto bersama. Oh ya, tim Surya ini merupakan gabungan dari wartawan, markom, iklan dan rekan-rekan Malang,termauk para pemulung, tukang becak, janda-janda kembang en orgil).
Nah silakan perhatikan baik-baik wajah-wajah sangar para pemain yang sudah malang melintang di lapangan sepak bola rumput, plesteran, stadion gajayana, old trafford, emperan toko, trotoar, stasiun, bawah jembatan dan lokalisasi (lho apa ini tim futsal apa tim gelandangan dan pengemis ya?)
NB: penulis ada di nomor empat dari kiri (jongkok), dan di foto dua, posisi berdiri dua dari kanan. yang paling cakep cuma itu, lainnya berdebu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar